Jumat, 17 September 2010

Kabar Terbaru

Temen-temen, Untuk Scene Yang Siluet Di Pinggir Pantai & Jalan Bareng Yang Endingnya Di Pantai Gimana Kalo Kita Ganti Setting Tempatnya DI KETEP & NEW SELO ? Untuk Info Detail tempat Nya Bisa ditanyakan Sama Rudi .

Ini Sekilas Tentang KETEP :

Ketep Pass



Memadu kasih dikelilingi panorama gunung? Romantis juga.


Dingin-dingin enaknya makan jagung bakar, bisa pedas atau asin.


Gunungnya kurang jelas? Diteropong saja.


Kalau buat anak kecil, teropong = mainan baru.


Beberapa pekerja sedang istirahat.


Miniatur gunung Merapi, diusahakan semirip aslinya.
Alkisah, ada dua orang kurang kerjaan yang berencana melakukan perjalanan jauh untuk mengusir penat di kepala mereka. Kepenatan mereka bukan tanpa sebab, tugas akhir yang sudah selesai dan liburan akhir semester yang terlalu panjang, membuat sifat kurang kerjaan mereka kumat dan semakin menjadi-jadi. Rute-rute perjalanan terjauh sudah diseleksi, namun karena jumlah mereka hanya dua orang, maka mereka memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang bernama Ketep.

Sabtu (28/06/2008), aku bersama Joko, memutuskan untuk pergi ke Ketep. Penuh Sesak adalah hal pertama yang terlintas di benakku begitu mendengar kata Ketep. Pengalaman pertamaku ke Ketep bisa dibilang buruk. Ketep penuh sesak dengan turis-turis lokal, wajar karena aku berkunjung kesana pada liburan Lebaran di tahun 2006. Kini situasi jauh berbeda, walau hari Sabtu masih tergolong hari libur dan Joko terus-menerus mengeluh soal jalanan yang macet gara-gara acara pembagian rapor sekolah, aku berharap suasana Ketep hari itu tidak separah kunjunganku yang pertama.

Menuju Ketep
Karena Joko yang mengemudikan motor, maka aku pasrah saja dengan naluri jalanannya. Untuk menuju Ketep, dari Yogyakarta rute yang termudah adalah melalui jl. Magelang. Ikuti jl. Magelang, melewati patok batas Yogyakarta-Magelang dan kota Muntilan. Selepas kota Muntilan, ada papan petunjuk yang mengarahkan belok ke kiri untuk menuju candi Borobudur sejauh 22 km. Jangan terpengaruh oleh papan itu (kecuali jika anda penasaran dengan candi Borobudur), lanjutkan perjalanan sampai menemukan pertigaan dengan sebuah billboard petunjuk arah yang mengarahkan belok ke kanan sejauh 16 km untuk menuju Ketep. Ikuti petunjuk tersebut dan ikuti jalan yang terus mendaki, anda akan sampai ke kawasan Ketep.(Catatan: Kalau kami sempat nyasar ke Pos Pengamatan Merapi di Babadan, karena tidak patuh rambu).

Lima Gunung
Ketep Pass merupakan lokasi pengamatan pegunungan Merapi yang diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 17 Oktober 2002. Di lokasi wisata ini, kita dapat menyaksikan panorama Ketep yang dikelilingi oleh lima gunung, Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Slamet. Adapun pegunungan kecil juga dapat terlihat seperti Telomoyo, Andong, Dataran Tinggi Dieng, serta perbukitan Menoreh. Untuk menikmati panorama pegunungan, pengunjung dapat menyewa teropong yang dijajakan pihak pengelola. Tidak hanya menawarkan panorama pegunungan saja, Ketep Pass juga memfasilitasi pengunjungnya dengan Volcano Centre yaitu museum yang berkaitan dengan gunung Merapi. Selain itu pengunjung juga dapat menyaksikan pemutaran film berdurasi 22 menit seputar gunung Merapi di Volcano Theatre.

Retribusi
Tarif masuk resmi per orang : Rp. 2.000,-
Tarif parkir resmi motor : Rp. 1.000,-
Tarif masuk Volcano Centre per orang: Rp. 3.000,-
Tarif tiket Volcano Theatre per orang: Rp. 4.000,- (hari kerja) dan Rp. 5.000,-
(hari libur)

Tarif menyewa teropong : Rp. 3.000,-
Jagung bakar per potong : Rp. 1.500,-

Kunjungan Belum Sempurna
Dibandingkan Kaliadem yang sama-sama menawarkan eksotika gunung Merapi, sepertinya Ketep Pass jauh lebih populer. Mungkin karena sarana, prasarana, serta akses yang mudah membuat Ketep Pass cocok menjadi pilihan wisata keluarga. Hari itu pengunjung yang datang cukup banyak, ada juga bis-bis pariwisata yang memenuhi halaman parkir. Pengunjung rata-rata adalah keluarga, tidak terlihat orang-orang yang menenteng DSLR padahal panorama lima gunung itu sungguh memukau. Tapi tidak bagiku di hari itu, karena pada saat itu langit mendung (pucat) menyelimuti Ketep sehingga lima gunung itu tidak kelihatan! Aku harus kembali kemari lagi suatu saat, mengabadikan kelima gunung itu lengkap dengan hijaunya sawah dan langit yang biru.

SUMBER : Klik